Feeds:
Posts
Comments

Ihsan Anredera Zarta

ihsan anredera zarta

Alhamdulillah, telah lahir anaknya “Oktaplantlover” dengan Achmad Zarkasi. Namanya Ihsan Anredera Zarta. Lahir tanggal 10 September 2014, jam 01.00 pagi di RSIA Selasih Medika, Bekasi Barat. Gara-gara si “Oktaplantlover” pas hamil gak bisa diem, ihsan jadi lahir kecepetan 1 bulan. Ihsan lahir dengan berat badan 2,4 kg dan panjang 46cm. Doakan ihsan jadi anak sholeh dan membuat perubahan di dunia yaaa.. (wididh tinggi bgt cita-citanya)😀

achma & okta-1

Bulan Ramadhan nan Mubarak tengah menghampiri kita… Sorak hore membahana, tapi ada juga yang sepintas tampak biasa-biasa aja (padahal mungkin dalam hati menangis saking bahagianya). Kawan-kawan dan sahabat karib pembaca sekalian yang baik hatinya, pasti sudah mengetahui, atau barangkali pernah mendengar keutamaan-keutamaan di Ramadhan Mubarak ini… Yup, Alloh lagi buka pintu pahala sebesar-besarnya. Salah satunya adalah membaca Qur’an atau bahasa kerennya Tilawah Qur’an (yaaa, sebenernya tilawah itu artinya lebih dalam dari sekedar membaca sih…😀 )

Baca Al Qur’an ah..😀

Saya kutip dari koran republika, mengenai keutamaan membaca Al-Qur’an itu salah sedikitnya ada 5

  1.  Mendapatkan pahala yang sangat banyak, di mana satu huruf diberi balasan dengan sepuluh kebajikan, sebagaimana diriwayatkan oleh Iman At-Tirmidzi dalam sebuah hadits Rasulullah SAW. Kita tahu bahwa seluruh Alquran, menurut sebuah literatur berjumlah 325.015 huruf, yang berarti satu kali khatam Alquran mendapatkan nilai pahala kebajikan kelipatan sepuluh, yakni 3.250.150. (ngitung @_@ )
  2. Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang selalu membaca Alquran, mempelajari isi kandungannya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
    “Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan Kitab Alquran dan Allah merendahkan kaum yang lainnya (yang tidak mau membaca, mempelajari dan mengamalkan Alquran).” (HR Bukhari).
  3. Mendapatkan ketengan jiwa atau hati yang sangat luar biasa, di mana setiap ayat Alquran yang dibacanya akan mendatangkan ketenangan dan ketentraman bagi para pembacanya. Sebagaimana diterangkan dalam surah Al-Isra [17] ayat 82, Alquran diturunkan Allah SWT untuk menjadi obat segala macam penyakit kejiwaan. Sehingga para pembaca Alquran, bahkan orang yang mendengarkan bacaannya mendapat pula ketenangan jiwa.
  4. Mendapatkan syafaat (pertolongan) pada hari Kiamat. Hal ini dijelaskan pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Muslim. “Bacalah Alquran oleh kamu sekalian, karena bacaan Alquran yang dibaca ketika hidup di dunia ini, akan menjadi syafaat/penolong bagi para pembacanya di hari Kiamat nanti.”
  5. Akan terbebas dari aduan Rasulullah SAW pada hari Kiamat nanti, di mana ada beberapa manusia yang diadukan Rasulullah SAW pada hari Kiamat dihadapan Allah SWT.

Nah, ini adalah keutamaan membaca Qur’an di buan pada umumnya. Di bulan biasa saja keutamaannya sudah seabrek-abrek, apalagi di buan Ramadhan. Tapi eh tapi, Menurut Sa’id Hawwa dalam bukunya Tazkiyatun Nafs beliau menjelaskan bahwa ada 10 amalan dalam tilawah. Supaya tilawah tidak sekedar bacaan yang terbaca, namun  merasuk dalam hati dan berbekas dalam laku (tsah*). Kesepuluh amalan tersebut adalah

  1. Memahami keagungan dan karunia Alloh dari firmanNya akan turunnya Al-Qur’an. Nah pada saat membaca ini kita jangan sekedar membaca bro, tapi sembari mengagumi dan mensyukuri Al-Qur’an yang udah kita pegang sekarang.
  2. Mengagungkan Mutakkalim. Mutakkalim artinya adalah hal-hal tentang Alloh, seperti Asmaul Husna misalnya. Nah, membaca Qur’an sambil memikirkan semua Maha-sifat Alloh akan membangkitkan nurani dalam diri kita selama membaca Qur’an. Rasa hormat, rasa syukur, berserah diri, gembira, terlindungi, bahkan rasa takut.
  3. Adanya kehadiran hati, dan meninggalkan bisikan-bisikan yang lain. Emang bener, kalau setan itu suka ngetem di pembuluh darah manusia (hadist).  Dimana kita berada, gangguin aja kerjaannya. Makannya gak jarang ketika melakukan ibadah, termasuk membaca Al Qur’an pikiran kita dibawanya kemana-mana. Dari mulai mikirin ujian, buat jadwal kerjaan sampai mengingat benda benda yang hilang ato kelupaan. Ayok, hadirkan hati kita sepenuhnya selama membaca Qur’an, dan lupain pikiran-pikiran lain yang bisa merusak konsentrasi kita selama membaca Al Qur’an. Baca bukunya Halliday (fisika dasar) aja butuh konsentrasi tinggi, apalagi Kalam Alloh. Ya gak, bray..!🙂
  4. Tadabur dan membaca dengan tartil. Tadabur arti katanya adalah merenungkan/memikirkan/meganalisis/merasai…yaaah yang sebangsa itu lah. Kalam Alloh yang super dahsyat itu bisa nyampe banget ke hati dan pikiran kalau kita ikut merasai makna-maknanya. Dan hal ini akan semakin mudah jika untaian-untaian huruf-huruf Qur’an kita baca dengan tartil. Saya sih kerasa banget bedanya, kalo saya yang lagi baca, sama orang lain yang tartil bacaannya dahsyat, bedaaaaa jauhhhh. Feelnya lebih gimana gitu, hati jadi lebih mudah tersentuh, meski kita tidak sedang membaca artiannya. Waah, ayo kita semangat belajar Tahsin lagi! Yosh… ^0^9
  5. Tafahum. Tafahum ini adalah memahami secara mendalam. Diresap-resap maknanya…dipikirkan lagi. Dan sering kali bahasa Al Qur’an itu filosofis banget, jadi bener-bener menantang buat yang tukang mikir.😀
  6. Meninggalkan hal-hal yang dapat menghalangi pemahaman. Banyak hal yang dapat menghalangi pemahaman kita dalam meresapi kandungan Al-Qur’an seperti sekedar membaca, taklid, sombong, dan sering melakukan dosa. Wah-wah, keistimewaan Al Qur’an salah satunya adalah hanya bisa diresapi oleh hati-hati yang suci, yup karena memang fitrahnya Qur’an adalah suci dan disucikan oleh Alloh. Jadi bisa dijadikan bahan evaluasi nih bagi kita-kita, pas baca Qur’an kok feelnya datar-datar aja, gak ada yang ngeresap seakan daya kapilaritas hati mendekati titik nadirnya.Gak enak banget kan ya, kalo kita lagi baca suatu uku, tapi kita gak ngerti isi buku yang kita baca barusan itu ngejelasin apa. Itu bisa jadi pertanda kita udah melakukan banyak kehilafan…dan bersegera beristigfar dan kembali kepada Alloh lagi.
  7. Takhsish. Menyadari bahwa diri kita (yang lagi ngebaca Al Qur’an) adalah yang ditujukan dalam Qur’an. Jadi ini sebagai pengingat kita lagi nih. Anggapannya adalah kita langsung mendengarkan peringatan dan pengajaran dari Alloh. Sehingga kita dapat terus menjadikannya sebagai evaluasi, dan menipiskan plak-plak kesombongan yang mungkin hampir berkarat di hati.
  8. Ta’atsur. Mengimbas dalam hati.
  9. Taraqqi. Meningkatkan penghayatan bilamana itu adalah bacaan dari Alloh, kalamulloh siaran langsung, bukan sekedar kita yang membaca.
  10. dan yang terakhir dalam buku ini Tabarri. Melepaskan diri dari daya dan kekuatan pribadi dan memandang dengan sepenuh Ridho dan tazkiyah (hati yang suci). Maksudnya, merendah rendahkan diri serendah rendahnya kepada Alloh. Toh kita memang bukan siapa-siapa. Kekuatan yang dikira kita miliki ini toh tidak pernah bersifat absolout. Misal saya ngaku-ngaku kuat jalan kaki sampai Unpad DU, tapi kena se-zarrah debu aja sudah bersin-bersin gak keruan (-_-)”. Hahaha, begitulah kira-kira kekuatan manusia. Kami memang gak ada apa-apanya ya Alloh. Maka maafkanlah jika sekiranya ada sepercik kesombongan yang kadang menghampiri diri kami baik tertampakkan maupun tersembunyi.

Semoga di Ramadhan mubarak ini kita bisa mendulang sebanyak mungkin kebaikan, tertama dari aktifitas Tilawah Qur’an secara lebih syumul… (wduh bahasaku..maksudnya totalitas, hehe). Yuk bray, bro, sist, pren, Tilawah Qur’an Yuuukkk…😀

Banyak cerita lucu pas sidang…salah sedikitnya ota tulis di link ini..

http://otastories.wordpress.com/2012/06/14/ota-udah-sidang-lho/

Selamat membaca..😀

Mi Goreng Cimol

Wah, hari ini postingan saya makanan semua. Ya sudahlah. Kali ini gantian Puput yang nginep di kosan ota, karena dia mau nonton big match liga eropa Belanda VS Jerman. Ni anak satu memang penggila bola, jadilah dia menginap di kosan ota yang isinya the gunners semua (apa hubungannya? -_-” ).

Untuk melengkapi acara nonton-nonton, kami berencana membuat mi goreng sendiri, lengkap dengan bumbu sendiri, dan sayuran yang dipotong sendiri (tidak sampai ditanam sendiri). Jadilah kami pergi ke pasar Balubur. Karena kami baru dateng jam 5 sore, jadilah semua toko udah banyak yang tutup. Jadinya ada bahan peengkap, seperti bakso tidak dapat kami temukan, dan dengan totalitas keisengan, ota ganti dengan cimol goreng (karena abang-abangnya masih jualan di deket gang pelesiran).

 

Mi Goreng Cimol

 Bahan-bahannya:

1. mi telor

2. telur 2 butir, cimol, dan sosis

3. sayuran sesuka hati (kami pakai wortel, daun bawang, seledri dan sawi)

4. bawang putih, cabai dan bawang bombay

5. Saus tiram, kecap manis, garam dan merica.

Cara buatnya:

mi-nya direbus dulu. Sembari nunggu mi mateng, semua sayur dicuci dan disiangi. Wortel lebih baik diiris korek api tipis supaya cepat matang. Setelah itu tumis bawang putih, cabai dan bawang bombay. Masukkan telur, di-orak-arik. Masukkan wortel, sawi, sosis dan cimol. Wajan ditutup sampai sayuran agak layu (boleh ditambah air sedikit). Masukkan mi, ditambah dengan sebungkus  saus tiram, kecap, garam, dan merica sesuai selera. Jadi deh….

Oiya, untuk membuat 4 porsi ini, kami hanya menghabiskan biaya 12 ribu saja (dengan catatan, belanjangan di pasar tradisional, jadi bisa beli sayur dan bahan ketengan/satuan). Waah, untung lima ribu daripada beli di luar.😀

Ota sering nginep di kosan salah satu temen, jurusan FT, temen sekamar waktu di asrama. Namanya Puput Nomundi, dan dia punya kembaran lho, di HI UGM. Karena saya suka ngedenger aksen bahasa dan logat jawa yang suka muncul kalo puput lagi di telepon sama ortunya (maklum puput berasal dari Surakarta), saya tambah seneng lama-lama di kosan puput. Suatu hari kami kelaparan (kami berdua ini meski kurus, tapi kerjaannya ngemil terus…sindrom uleran ya begini ini), yang ada tinggal setengah bungkus cream soup instan, dan macaroni. Ternyata memadukan keduanya enak sekali. Puput pinter!!! Kenyang, mudah, murah…hehehe

Pemadam kelaparan sekejap. (sekejap doang kenyangnya, abis itu laper lagi… Emang ini uler-uler di perut gak bisa diajak kompromi)

“Lho-lho-lho….kak okta paling gampang dicari di dapur ya” celetukan yang sering terdengar dari anak-anak kosan. Gara-gara paling sering keliatan di dapur, makannya saya dapet julukan sebagai “jin penunggu dapur”, di kosan tempat saya tinggal. Gak elegan sih panggilannya, tapi ya sudahlah…. Meskipun badan kurus begini, kerjaan saya memang tukang makan. Dan tempat paling pewe karena banyak bahan makanan, ya dapur tempatnya. Kalo harus ditanya, hobi saya apa aja, saya jawab ada 3 main penting “jalan-jalan, makan-makan, dan banyak kawan” yaelah, pak bondan banget ini….(makan mulu, tapi kok gak gendut-gendut? hmm..mungkin saya cacingan, atau mungkin uleran… gak ding, dah keturunan berbadan ramping sih, hahaha.) Untungnya, masak adalah bagian dari hobi makan saya itu, jadinya tidak perlu menguras uang banyak untuk makan enak, tinggal masak di kosan…dan bisa bagi-bagi hasil masakan ke teman-teman (kebiasaan ini sudah dilakukan semenjak saya tinggal di asrama… kalo di rumah sih memang bagian tugas saya masak buat anggota keluarga dari semenjak SMA).

Nah, ini ada salah satu resep masakan yang sederhana banget. Yang bisa temen-temen buat di kosan (bahkan di hutan, terbukti pas naik gunung, saya dan temen2 masak sejenis ini). Ota kasih nama “Roti Isi Pagi-Pagi”. Biasanya anak-anak kosan pada suka kalo dibagi ini….hehehe. Jadinya, oleh karena itu, disebabkan perihal tersebut, mereka suka nanyain gimana cara buatnya.

Roti Isi Pagi-Pagi

Roti Isi Pagi-Pagi

bahan-bahan yang kamu butuhi buat bikin, anak kosan banget kok…

1. Roti Tawar

2. Kornet sapi

3. Bawang bombay

4. bumbu pelengkap seperti mayonaise, saus tomat, margarin, garam dan lada hitam (ini boleh diganti-ganti sesuka hati, ota sih gak suka pedes, jadi pake saus tomat. Ada yang lebih suka berasa, pake tausand island dressing lebih enak lagi. Ada yang gak mau mahal, pake margarin dan saus udah cukup laah…)

Cara buatnya:
Daging kornet dan bawang bombay yang udah diiris tebal ditumis sampe matang (karena gak ada microwave di kosan, jadi kornetnya dimatengin dulu dengan ditumis). Numisnya pake margarin lebih enak. Abis itu dibuat isian ke roti tawar yang sebelumnya udah di dressing dengan mayonaise, margarin, saus tomat dan sedikit lada hitam. Ditutup dengan roti pasangannya, dan dibelah dua. Jadi deh… YA AMPUN GAMPANG BANGET LAAH…hahaha.

Soo, jangan ragu buat coba bikin sekali-kali. Tingkat kegagalan, 10% (ini faktor daging kornetnya gosong karena masak sambil ditinggal nonton TV, ato ngasi ladanya kebanyakan, karena tutupnya lepas… konyol banget lah, eits ini pernah saya alami lho..hahaha). So kawan, selamat mencoba…🙂

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.