Price the Time

Saat tulisan ini dibuat, saya tengah berada diantara wanita-wanita yang penuh dengan pesona. Jilbab yang menjuntai indah, memancarkan keteduhan tersendiri (tampaknya saya pencilan sendiri, hehe..). Terlihat sekali dari luar, ke-kaffah-an seakan menjadi citra tersendiri yang menempel pada jati diri mereka. Tapi buat saya pribadi saat itu, semua itu hanya kamuflase belaka. Mengapa saya sampai sekejam itu, hingga bisa berpikir dan menginterpretasikan demikian? Semoga, saya yang salah……

Lantas, apakah gerangan sebab-musabab yang membuat saya menjadi begitu kesal? Mungkin buat sebagian besar orang di Indonesia, sebab yang menyebabkan saya begitu kecewa adalah suatu hal yang biasa dan lumrah terjadi di negeri ini. Tapi sayangnya, tidak buat saya.

Pada malam sebelumnya, saya mendapatkan SMS dari sebuah organisasi mahasiswa muslim yang cukup ternama, perihal akan diadakannya suatu ”aksi” untuk menyikapi isu masalah negeri. Dalam SMS tersebut tertera dengan jelas ”kumpul di depan gedung sate, dan acara akan dilaksanakan dari pukul 8-11”. Saya datang ke depan gedung sate pukul 7.45 (rajin yah ^^), dan saat itu sama sekali belum ada seorang pun yang terlihat datang dari organisasi mahasiswa muslim tersebut (sebenarnya saya tidak tahu pasti mereka itu siapa-siapa saja. Karena tugas saya disana adalah mewakili kampus saya yang saat itu tidak dapat mendatangkan perwakilannya yang lain). Dan saya pikir, wajar lah kalau belum ada yang datang, kan masih belum jam 8.

Detak-detik jam tangan saya terus bergerak, menit-menit baru terus berlalu. 1 jam telah berlalu, dan saya masih berada di tengah ketidakpastian. Semua SMS pertanyaan saya, tidak ada yang dijawab. Yap, barulah sekitar pukul setengah sepuluh lebih, mulai bermunculan anggota dari organisasi tersebut. Bayangkan, telat hingga 1,5 jam….cape deh…Kalau kata orang jawa ”rezekinya keburu dipatok ayam”.

Kenapa yah, mereka memakai indentitas sebagai kumpulan mahasiswa muslim, tapi mulai dari perihal kecil saja tidak teraplikasikan? (menghargai waktu misalnya). Mungkin mereka terlalu terfokus pada suatu hal yang besar, sehingga hal yang remeh-remeh menjadi terlupakan. Jujur saja, buat orang awam seperti saya, yang sama sekali tidak mengerti kemana alur pergerakan mereka, saya merasa amat kecewa, terlebih lagi karena mereka memakai identitas sebagai mahasiswa ”Islam”, iya, bawa-bawa nama Islam. Padahal di Al- Qur’an itu ada surat Al Asr yang mengingatkan kepada kita akan pentingnya menghargai waktu. Sebagiannya berbunyi ”Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian…”

Untung saya orang Islam juga, coba bayangkan, bagaimana kalau yang sedang menunggu itu orang dari agama lain… Berabe! Bukan tidak mungkin orang tersebut akan berkata ”oh jadi kebudayaan orang Islam begini ya..?tidak menepati janji yang dibuatnya sendiri” (>_<)*

Suatu pesan untuk saudara-saudariku tercinta…

Di negeri ini terdapat begitu banyak manusia…

Ras mereka berbeda-beda…

Kepercayaan mereka pun berbeda-beda…

Islam salah satu diantaranya…

Apakah engkau tidak cukup puas

Melihat agama kita di cela di luar sana?

Apakah engkau masih belum puas

Mendengar cacian dan tuduhan mereka

Terhadap agama kita, yang mulia?

Untuk itu…

jangan ragu kawan

Tunjukkanlah bahwa Islam itu indah

Mulai dari akhlak kita sendiri

Kerena mengapa? Karena orang di luar sana tidak akan pernah perduli dengan apa yang kalian utarakan, suarakan, bahkan teriakkan tentang dunia yang ideal. Mereka tidak akan pernah percaya, akan keindahan Islam yang kalian coba ceritakan, selama kalian tidak menampakkan keindahan itu sendiri dalam diri kalian (termasuk saya, soalnya tulisan ini saya dedikasikan untuk saya pribadi juga sih). Saya hanya menyoroti hal-hal remeh dari persoalan menghargai waktu. Masih ada banyak sekali perihal akhlak yang masih dan harus kita pelajari bersama-sama, untuk perbaikan diri pribadi kita. Kawan, kitalah pejuang dakwah, kitalah yang akan membawa panji-panji kebesaran Islam, untuk itu semoga Allah selalu mengingatkan kita, selalu menjaga kita, dan senantiasa memperbaiki akhlak kita.

Sekian tulisan saya kali ini, semoga menjadi manfaat

Yang benar datangnya dari Allah, dan jika ada kesalahan, maka itu datangnya dari diri saya pribadi yang dhaif….

Akhir kata dari saya… _Mari Memperbaiki Diri_

1 comment January 15, 2010

Ironi sebuah Orasi

Hari ini, tepat tanggal 15 Januari 2010, untuk pertama kalinya saya mengikuti sebuah “aksi” untuk menyikapi sebuah isu. Sudah menjadi suatu takdir, jika saya diundang untuk ikut menghadiri acara tersebut dari suatu organisasi besar mahasiswa di luar kampus. Karena perwakilan lain  dari kampus saya sendiri berhalangan hadir,maka saya yang tidak pernah ikut-ikutan aksi-aksian begini pun terpaksa mengikutinya.

Mulai dari mencoba membuka pikiran seluas-luasnya, mengenai makna dari aksi ini sendiri. Kerena memang sudah fitrahnya seorang saya, untuk selalu mempertanyakan hal-hal yang tengah dikerjakan. Pikiran kritis mulai merasuki otak saya, dan begitu banyak pertanyaan tajam dan cenderung bersifat introgatif mulai meluncur keluar dari mulut saya. Karena buat saya sendiri, ini merupakan suatu hal yang baru, dan saya merasa asing di keadaan ini.

Rasa asing itu sendiri timbul berawal dari esensi diadakannya aksi itu sendiri. “Sebenarnya buat apa sih mahasiswa menyuarakan aspirasinya dengan menggunakan metode sebuah aksi?” hingga  muncul berbagai pertanyaan baru yang berentetan secara otomatis menyikapi tanggapan dari seorang rekan yang notabene memang merupakan salah satu anggota dari organisasi yang menginisiasi acara ini. Salah satu pertanyaan yang saya utarakan adalah “kenapa kinerja organisasi kalian begitu dirahasiakan?”. Anehnya, baik dari anggota muda sampai dedengkotnya pun melantunkan jawaban yang nyaris absurd buat saya (hahaha, saya mana mengerti organisasi berbau politis kayak gini…^^), dan satu hal yang saya garis bawahi adalah, jawaban dari anggota muda dan karuhun-nya saling berkontradiksi satu sama lain. Hal ini menjadikan pikiran saya semakin liar saja. Alih-alih menjadi partisipan dalam kegiatan aksi ini, saya malah terjerembab ke dalam insting ke-detektif-an saya (dan saya semakin manyadari bahwa saya ini memang cucunya Sherlock Holmes, hehehe).

Aksi pun dimulai, mengangkat peristiwa Malari 36 tahun silam sebagai pijakan dan latar belakang, sang orator mulai berteriak-teriak perihal peristiwa mengenaskan yang terjadi tepat tanggal 15 Januari 1974. Mahasiswa yang turun ke jalan, secara besar-besaran dijadikan alasan selingan mengapa aksi ini diadakan. Massa mahasiswa pun ikut meng-huhu-kan (naon sih? bingung kata yang tepatnya apa) acap kali sang orator menyerukan sebuah pertanyaan retoris yang nyaris tanpa unsur retorika sedikitpun (buat saya). Bosan mendengarkan sang orator (yang memang membosankan), saya mencoba men-cek ricek massa mahasiswa yang lain perihal peristiwa malari yang menjadi landasan aksi mereka ini. Saya menanyakan apakah peristiwa malari itu, kenapa sampai bisa terjadi peristiwa mengenaskan ini, hingga motif-motif mahasiswa pada masa lalu melakukan aksi tersebut. Dan jawabannya sungguh luar biasa! Nyaris semua jawaban sama!

yaitu: TIDAK TAHU dan LUPA.

Salah satu contoh percakapan akan saya uraikan sebagai berikut:

Saya     : Kak, kenapa sih bisa terjadi peristiwa Malari? Peristiwa Malari itu sendiri apa

sih kak?

Dia       : Haduh, lupa de’…. T_T

Saya     : Oh, lupa? berarti kakak pernah belajar sejarah sebelumnya ya? ^^

Kakak jurusan sejarah?(udah takjub duluan, karena mengira beliau mahasiswa

jurusan sejarah, kayak Soe Hok Gie^^)

Dia       : Oh, bukan de’. Saya bukan jurusan sejarah. Dulu pernah belajar sejarah pas

SMP….

jyaaah….cape deh. Itu mah saya juga pernah. Hehehe…

Sungguh ini menjadi ironi tersendiri buat saya pribadi. Mahasiswa sekarang tampaknya hanya menyerukan tuntutan-tuntutan dan kebanyakan tak mengetahui latar belakangnya. Andaikata digunakan sekalipun, tidak seluruh massa yang mengikuti aksi mengerti, yah seperti contoh di atas. Banyak dari teman-teman yang masih meremehkan masalah sejarah ini, bahkan sejarah pergerakan mahasiswa Indonesia sendiri pun banyak yang tidak tahu, dan segan untuk mempelajarinya atau pun hanya sekedar mencari tahu (tambah tempe satu, mas!). Menurut Gie (1964) ”Siapapun yang tidak mempelajari sejarah, akan mengulang kesalahan yang dibuat generasi pendahulunya”. Sama saja seperti keledai bodoh yang masuk ke lubang yang sama berkali-kali (kenapa harus pakai keledai? bisa hewan lain gak? misal tokek gitu…).

Dari aksi yang saya amati dan ikuti  tadi, mereka (saya juga ding, karena saya ikut-ikutan di situ =p) hanya menyuarakan tuntutan-tuntutan tanpa memberi  solusi yang jelas dan aplikatif. Terlihatnya seperti anak kecil yang merengek-rengek minta dibelikan balon. Dan sebuah orasi yang nihil retorika, buat saya adalah omong kosong belaka. Karena dari analisis ekspres yang saya lakukan, tujuan diadakannya sebuah aksi adalah sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat, massa mahasiswa, maupun pemerintah. Sehingga dirasakan penting untuk memberikan sebuah pandangan yang dapat menghujam pemikiran dan keyakinan mengenai permasalahan yang sedang diisukan.

Sejujurnya, saya amat mengapresiasikan semangat para mahasiswa ini. Karena menurut Socrates, ”Seorang manusia yang tinggal diam di kondisi ketidakadilan, adalah manusia yang mati”. Saya bangga, mereka memilih untuk tetap menjadi manusia yang hidup, manusia-manusia yang bergerak karena tidak nyaman dengan kondisi ketidakadilan yang terjadi di bumi pertiwinya.. Dan bukannya memilih untuk  menjadi seorang apatis, yang tidak peka terhadap kondisi masyarakat yang menjadi bagian dari kehidupannya, atau malah menjadi seorang yang oportunis, yang menjangkiti sebagian besar dari para birokrat negara kita ini. Saya kembali teringat kepada kata-kata seorang imperium dari zaman Romawi kuno, Marcus Tillius Cicero. Beliau berkata ….

Seni kehidupan adalah mengatasi masalah ketika ia muncul, bukannya menghancurkan semangat dengan mencemaskan hal-hal yang terlalu jauh di depan”

Hidup mahasiswa!

Add comment January 15, 2010

Anemone coronaria ‘De Caen’

This sun loving garden anemone is native to the Mediterranean region and the Middle East. The varieties in tha ‘De Caen’ group have large, cup-shaped single flowers 3 in wide. They appear from April or May until summer. The colors of numerous varieties range from pink and mauve to shade of blue and white, with a strinking center of dark stamens in most cases. The leaves are are reminiscent or parsley. The dark, flat rhizomes are planted in the auntumn (frost protection will be nessesary) or at the end of winter about 2 in deep in forst-free soil. They should first be soaked in water for 24 hours. Since the plants needs a dry periods of dormancy, it is best to lift the tubers and over winter them in frost-free conditions. In this case, they can also be devided immediately. These plants demands little attention, but they should always be mulched and dry. The soil should be humus-rich and well drained. Anemones are popular cut flowers. But, that plants/fower is as symbolic for Israel persons.

Beauty…and… toxicity

2 comments December 4, 2009

Bersyukurlah…

Hari ini banyak pelajaran yang saya dapat. Berawal dari apel siaga Gamais, jam 6 pagi (yang butuh tekad kuat untuk berangkat pukul 5.34 pagi dari asrama, agar tetap datang on time, dan kerelaan untuk mengalah dari kepentingan pribadi yang meronta karena akan ada ujian Biostatistika hari itu juga). Salah satu yang ingin saya soroti adalah saat pengumuman 5 calon Gamais yang terpilih untuk terus melaju ke tahapan selanjutnya. Saat itu, hanya ada 1 ekspresi yang terpancar dari ketujuh calon. Ekspresi itu adalah ekspresi bersyukur, baik dari kalangan yang berhasil lolos, maupun dari yang tidak berhasil lolos. Dari keridhaan hati yang luar biasa, dan kekuatan dari berpikir husnudzan-lah ekspresi serupa ini dapat keluar, dari dua peristiwa yang bertolak belakang. Maka hikmah yang dapat saya ambil saat itu adalah dalam Islam kita diajari banyak hal, salah satunya adalah “Bersyukur pada setiap keadaan”.

Sering kali kita berada di tengah situasi yang tidak nyaman; berada di tengah cekaman, pengacuhan, terabaikan, penolakan, kemarahan, bencana. Sering kali pula kita berada di tengah kondisi yang ekstra nyaman, hingga seringkali menjadi terlena oleh keadaan. Bila dari sudut pandang yang berbeda, dan ditarik suatu garis resolusinya keduanya akan mengarah pada titik yang samasemuanya mengarah te titik yang sama-sama bergantung kepada jenis personal perception apa yang dipakai. Menurut Bruce Albert, dalam bukunya yang terkenal di banyak kalangan peneliti dan ilmuan molekuler, The Cell, dikatakan bahwa DNA adalah suatu substansi yang memiliki fungsi dan peran yang signifikan. Akan tetapi, walaupun komposisi DNA dalam tiap sel itu sama (kecuali pada sel kelamin), ekspresin gen yang terjadi pada tiap sel boleh jadi berbeda. Tubuh yang mengatur ekspresi dari gen-gen tersebut. Secara tidak langsung, kita lah yang menjadi pemimpin atas diri kita sendiri. Gen-gen kita akan terekspresi sesuai apa yang kita pikirkan. Saat kita berpikir baik, maka gen-gen baiklah yang akan terekspresikan, terbentuklah suatu jejaring metabolisme yang mengarah kepada apa yang kita pikirkan. Mulai dari pengaturan sinyal, hormon dan lain-lain (gen2annya udahan dulu ah, penulis sedang tidak ingin memikirkan masalah biologi molekuler).
yah, intinya, apa yang terjadi pada diri kita, adalah apa-apa yang kita pikirkan, dan apa-apa yang kita persepsikan… maka, selalu berusahalah unutk senantiasa mempersepsikan yang terbaik pada diri kita, karena tubuh kita pun akan menuju kepada apa-apa yang kita persepsikan…

contohnya aja, seperti penulis sekarang… barusan aja penulis baru dibantai pertanyaan2 maut sama dosennya, walhasil mambuat desperado berat, dalam psikologi penulis…. oleh sebab itu, penulis wajib unutk kembali mempersepsikan dirinya, bahwa hal ini adalah yang terbaik untuk si penulis, cara yang Allah kirimkan unutk menjadi lebih baik dari hari kemarin, yah semacam trigger lah….

jadi, berhudznuzanlah, dan bersyukurlah atas apa yang terjadi padamu hari ini… gali terus hikmah dari setiap peristiwa

Add comment December 4, 2009

Sebuah Kontemplasi Dibalik Replikasi DNA

Tumbuhan, hewan, bakteri, jamur, dan manusia dalam mempertahankan kelangsungan jenisnya melakukan reproduksi. Sebelum sel-sel gamet saling melebur menjadi suatu kesatuan individu baru, masing-masing dari DNA gamet bereplikasi untuk membawa sifat-sifat dari parentalnya, masing-masing 50%.

Apakah replikasi itu? Seberapa pentingnya dalam kehidupan suatu organisme, khususnya kita, manusia? Bagaimanakah proses kerjanya? Siapakah/apakah yang mengatur proses tersebut? Berikut akan sedikit saya jelaskan dalam tulisan kali ini.

Bismillah…

————————————————————————————————————————————————-

Replikasi DNA adalah suatu mekanisme penggandaan DNA. Namanya juga replikasi, ya pasti tujuannya untuk membuat replikat, dari DNA yang merupakan cetak biru dari arsip-arsip penting pemerintahan, dalam tubuh kita. Prinsip dari replikasi itu sendiri adalah memasangkan n-TP atau nukleotida triposphat baru pada rantai tunggal / single strand DNA.

Kenapa DNA harus bereplikasi?

Selain jawaban yang di atas, replikasi DNA penting agar DNA kita tidak termutasi. Pada proses replikasi terdapat pos-pos pengecekan, jikalau ada kode yang salah tercetak, dapat langsung dikenali dan langsung diperbaiki.

Gimana caranya? Kok bisa gitu si?

“Ya bisa aja! Kalo yang nyiptain bilang bisa. Hehe….”

”Iya deh, akan coba saya ceritakan teori proses replikasi yang sementara ini diketahui para ilmuan yang berkecimpung di bidang molekuler pada tahun 2009^^”

Pada prinsipnya DNA merupakan rantai ganda yang basa-basa penyusunnya saling berkomplemen, saling berpasangan yang hidup dalam harmoni. Untuk bereplikasi, double strand tersebut harus dipisahkan agar menjadi single strand DNA, yang kemudian akan berperan sebagai cetakan DNA, dan ditambahkan basa nukleotida baru pada masing-masing strand, untuk kemudian menjadi dua DNA baru yang sama seperti sebelumnya. Apakah gerangan yang tega mengadu domba double strand DNA hingga akhirnya berpisah dan tidak dalam satu ikatan lagi? Itu adalah kerja dari enzim helikase. Enzim ini berjalan terus, membuat double strand DNA menjadi terpisah. Jika dianalogikan, prinsip kerjanya seperti resleting. Pergerakan molekul enzim ini pada double strand DNA, membutuhkan suplai energi berbentuk ATP atau Adenosine Triposphat.

Setelah rantai ganda DNA dipisahkan, maka masing-masing dari rantai primer tersebut akan dibuat menjadi rantai DNA ganda kembali oleh enzim DNA polimerase. Penambahan basa untuk menjadi rantai ganda dilakukan dari urutan 5’ ke 3’. Mengapa hanya bisa ditambahkan dari urutan 5’ ke 3’? Hal ini terjadi karena tiap-tiap basa baru yang hendak berikatan membawa tiga molekul posphat pada ujung 3’-nya, untuk menempel ke ujung 5’ dari rantai primer, maka basa baru yang hendak berikatan harus melepaskan 2 molekul posphat untuk menciptakan energi agar bisa menempel. Saat terjadi kesalahan, maka basa baru tersebut dapat  lepas, dan digantikan dengan basa lain yang cocok. Sedangkan andaikata basa baru yang hendak berikatan menempel dari sisi 3’ dari rantai primer, dimana pada urutan 3’ dari rantai primer terdapat 3 molekul posphat, dan pada sisi 5’ dari basa baru hanya terdapat 1 molekul posphat. Ya, jadi jika basa baru ingin menempel, maka 2 posphat yang dilepaskan harus dari rantai primer. Celahnya adalah saat terjadi kesalahan pemasangan basa nukleotida yang baru, maka saat basa nukleotida yang baru dilepaskan, sisi 3’ dari rantai DNA primer hanya tersisa 1 molekul basa posphat, jadi tidak akan dimungkinkan adanya penempelan basa nukleotida baru lagi, karena tidak adanya 2 molekul posphat yang dilepaskan unutk menghasilkan energi yang dipergunakan untuk menempel. Jadi itulah mengapa arah replikasi berlangsung dari 5’ ke 3’.

replication

Sumber gambar: Bruce Albert, The Molecular Biology of The Cell 5Th ed

Lalu bagaimana mekanisme pengenalan terjadinya eror saat pemasangan basa nukleotida baru?

DNA polimerase selain bertugas untuk memanjangkan strain baru, enzim ini juga memiliki fungsi sebagai proofreader. Proofreader adalah mekanisme pengenalan terjadinya kesalahan pasang pasangan basa nukleotida. Karena pada stain primer berfungsi sebagai cetakan, maka apabila ada basa nukleotida baru yang masuk dan tidak sesuai dengan cetakan, maka kesalahan tersebut akan langsung dikenali oleh DNA polimerase, dan akan langsung dibuang untuk digantikan dengan basa nukleotida baru lainnya. Akan tetapi  kerja dari enzim DNA polimerase ini belumlah memiliki akurasi dan presisi yang tinggi, seringkali ada basa nukleotida salah yang lolos dari editing. Untuk itulah, Allah menciptakan suatu enzim yang bernama enzim DNA Topoisomerase I dan DNA Topoisomerase II. Fungsinya adalah memperbaiki dengan cara memotong salinan DNA yang salah, akan tetapi untuk enzim topoisomerase II, khusus untuk menangani masalah yang lebih rumit. Prinsip kerja dari enzim Topoisomerase I adalah mengatasi terjadinya belibet (maaf, gak nemu kata-kata yang pas selain belibet). Jadi analoginya seperti ada karet gelang dipilin-pilin terus, sampai akhirnya abis pilinannya, nah, kalo ada yang maju ke arah pilinan yang semakin ketat pasti susah kan?! Nah, untuk mengatasi masalah yang seperti itulah enzim ini bekerja. Topoisomerase I akan memotong salah sati dari untai DNA, yang tadi saya analogikan sebagai karet gelang. (Hehe, kebayang gak? Kalo gak kebayang, langsung tanyain aja ya…=p). Kerja Topoisomerase I itu berlangsung secara spontan (sigap), hanya memotong satu untai DNA (abis itu langsung disambungin lagi), mempunyai mekanisme ligasi dan nukleasi. Karena kinerjanya yang spontan inilah mengapa enzim Topoisomerase I tidak membutuhkan ATP untuk beroperasi.

Berbeda dengan enzim Topoisomerase I, pada enzim Topoisomerase II beroperasi dengan membutuhkan ATP, dan untuk memperbaiki kesalahan, terdapat dua rantai DNA yang dipotong. Berikut adalah gambar perbedaan dari prinsip kerja dari enzim Topoisomerase I dan Topoisomerase II:

topoisomerase1&2

Selain itu ada mekanisme lain untuk menanggulangi kesalahan pemasangan basa nukleotida. Yaitu dengan agen bernama MutS dan MutL. MutS bertugas mengenali tempat terjadinya kesalahan pada DNA, sedangkan MutL bertugas untuk mengenali nich (ini berhubungan dengan mekanisme lagging pada fragmen okazaki yang sayangnya tdak sempat saya jelaskan, punten…-_-*) terdekat, agar diketahui mana strand primer/cetakannya, dan mana yang strand sekunder/rantai baru yang salah. Setelah dikenali oleh kedua agen ini, kemudian giliran tugas enzim eksonuklease atau bisa juga enzim endonuklease yang akan memotong nich salah yang telah dikenali tersebut.

Lalu, siapa/apa yang mengatur semua mekanisme replikasi DNA dalam suatu sel kecil, yang amat kompleks dan begitu rumit ini?

Hanya ada satu jawaban, Allah. Hanya itu jawaban buat saya yang paling rasional. Dari sekian banyak agen-agen yang bekerja di sel untuk membantu terjadi proses replikasi DNA (atau sama seperti mem-foto copy blue print kehidupan), hanya Ia yang bisa mengharmoniskan agen-agen kecil tersebut untuk tetap bekerja dalam keselarasan. Jangankan mengharmoniskan agen kecil (enzim)yang tak bernyawa ini (tapi menyusun kehidupan), untuk mengharmoniskan hati sesama manusia disekitarnya saja, manusia begitu sulit melakukannya (sampai-sampai saya ikut mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia untuk mempelajari bagaimana mengharmoniskan dan mewujudkan keharmonisan antara manusia yang menjadi komponen dalam suatu organisasi, hehe…^^) coba lihat surat Al Anfal ayat 63. ”…dan Yang mempersatukan hati mereka. Walaupun kamu membelanjakan semua kekayaan yang ada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesingguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana”

Saat mempelajari ini, apakah kau rasakan bahwasannya mekanisme yang sedemikian kompleks tersebut (yeng tentunya masih banyak fakta lain yang tidak dijelaskan dalam artikel ini, dan belum diketahui oleh para peneliti molekuler) tengah berlangsung dalam tubuhmu sekarang? Tiap-tiap sel penyusunmu sekarang sedang melakukan replikasi tersebut; proofreading, leading, lagging, dan editing. Itu memang sedang berlangung sekarang, dan bersyukurlah pada Rabbmu, karena dirimu tidak perlu mengeluarkan tenaga dan pikiran agar proses penting itu terjadi, dirimu tidak perlu mengeluarkan uang agar kau dapat menerima salinan  blue print kehidupanmu (padahal untuk hanya mem-fotocopy selembar kertas tak berharga saja kita harus merogoh kocek), dan dirimu tidak perlu mengambil mata kuliah Manajemen Sumber Daya Agen Replikasi (yang notabene memang belum ada mata kuliahnya sampai sekarang, hehe…=P) untuk mengatur agar agen-agen replikasi tersebut bekerja secara efektif dan harmonis. Maka, nikmat Tuhanmu, yang mana lagikah yang akan kau dan aku dustakan?

az Zumar 62

”Allah menciptakan segala sesuatu, dan Dia memelihara segala sesuatu”

QS Az Zumar:62

2 comments October 12, 2009

Sumatra diguncang GEMPA

Baru sebulan yang lalu, pulau Jawa heboh dengan gempa, sekarang salah satu pulau negri kita yang lain, tergoncang hal yag sama. Gempa.. ya, sebagai negara kepulauan yang terletak di antara bentangan patahan-patahan, konsekuensi yang harus dirasakan adalah sering terjadinya gempa. Adanya pergeseran lempengan bumi, membuat pulau-pulau Indonesia yang tepat berada di atasnya mengalami gejolak tektonik, semakin jauh frekuensi gerakannya, maka akan semakin besar skala gempa yang akan dirasakan.

Kejutan terjadi pada Kamis (1/10) pagi ketika Sungai Penuh, sekitar 160 kilometer dari Padang, diguncang gempa berkekuatan 7,0 skala Richter. Pusat gempa Padang berada di Palung Sumatera, di laut, sementara pusat gempa Sungai Penuh berada di daratan, yaitu di Patahan Sumatera. Keduanya membentang sepanjang utara-selatan Pulau Sumatera.

Sumber kedua gempa itu tak berkaitan satu sama lain. Yang dekat Padang adalah gempa dari patahan aktif pada lempeng Indo-Australia, sedangkan yang di Sungai Penuh terjadi pada Patahan Sumatera yang membelah wilayah Bukit Barisan.

Demikian pendapat pakar geologi dari Pusat Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Danny Hilman Natawijaya, kemarin. Di bawah ini kami turunkan wawancara dengan Danny Hilman terkait fenomena rentetan gempa di Sumatera. (Kompas, jum’at 2 Oktober 2009)

——————————————————-

dengan pengetahuan tentang letak geografis Indonesia, dan letak pasti kepulauan-kepulauan yang dimiliki, serta seringnya terjadi gempa akhir-akhir ini, selayaknya menjadi pembelajaran untuk  penduduk maupun pemerintah agar leih waspada untuk menanggulangi dan preparasi untuk hari esoknya. Teknologi bangunan anti gempa menjadi amatlah  penting untuk diaplikasikan dan dilakukan penelitian lebih dalam, terutama pada daerah-daerah yang tepat persis berada di area lempengan dan patahan.

leaflat tembok hitam 1

pentingnya struktur bangunan yang kokoh, dan fleksibel, sarta besaran daya redam terhadap getaran adalah karakter dasar dari bangunan yang seyogyanya diterapkan di negri kepulauan ini.  Sedikit menilik bangunan-bangunan baru yang dibangun oleh pemerintah pasca tsunami di Aceh beberapa tahun yang lalu, dimana hanyalah bangunan seadanya ayng tersusun dari tumpukan batu batadan kawat besi untuk fondasi, serta susunan dari papan sebagai dinding rumahnya, menurut opini saya adalah suatu ketidakefektifan.Mengapa? karena saat gempa bisa terjadi lagi, bangunan-bangunan tersebut akan kembali roboh, dan harus ada anak-anak bangsa yang kembali merenggut ajal dari bentuk kepedulian pemerintah yang bisa dibilang setengah-setangah ini, kemudan kembali lagi, pengeluaran danaunutk perenovasian. Kenapa ya,tidak menginvestasikan setinggi-tingginya, sebaik-baiknya, untuk mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnyaKalau kata teman saya, High risk-high return. Memang si, biaya yang akan dikeluarkan nanti tidak akan tanggung-tanggung, tapi output yang akan didapatkan dari negara juga akan jauh lebih baik daripada yang dikeluarkan, masyarakat juga akan lebih berapresiasi kepada pemerintah atas kesungguhannya memperbaiki, dan menolong mereka.

haruskah kembali kulihat mereka menangis?

haruskah kembali kulihat mereka menjerit?

haruskah kembali kurasakan mereka terbungkam oleh penderitaan?

haruskah kembali kulihat bumi negeri indahku hancur berantakan?

haruskah?

1 comment October 2, 2009

Bryophyta, episod 1^^

Tumbuhan itu dikelompokkan menjadi tumbuhan berpembuluh dan tumbuhan tak berpembuluh. Tumbuhan yang sudah termodifikasi lebih maju adalah tumbuhan yang berpembuluh (Tracheophyta / Tracheobionta), tapi kalau yang ini sudah banyak dibahas. Yang akhir-akhir ini jarang mendapat sorotan adalah saudaranya, tumbuhan tak berpembuluh (Bryophyta). Karena kasihan kurang mendapatkan ekspose ke dunia luar, saya akan coba membahasnya sekarang.

Bryophyta, atau lumut merupakan organisme multiseluler dalam bentuk herba (tumbuhan kecil), gak pernah tu ditemuin lumut yang sampai setinggi pohon. (Pohon lumut, hehehe lucu juga, boleh-boleh^^). Lumut yang paling besar di dunia terdapat di pulau Kalimantan dan Papua (harusnya kita bangga akan hal ini^^). Tingginya mencapai 1 meter, nama lumut ini adalah Rhodobrium sp.

Habitat lumut adalah di tempat yang lembab. Kenapa? Ada dua alasan. Pertama, karena lumut memiliki sifat Poliqiohidric atau sangat tergantung dengan air. Jadi kalau misalnya Anda menemukan ada lumut yang sekarat (kering, cokelat, kalau dilihat dengan lup mukanya memelas), pertolongan pertamanya adalah dengan menyiramkan air, dan ajaib bim salabim, atas kehendak Allah, lumut itu perlahan menjadi segar, tangkai sporofitnya (atau disebut seta) mulai tegak karena akan adanya tekanan turgor , mulai menghijau, dan kalau dilihat dengan lup wajahnya segar dan ceria.

Kemudian alasan kedua adalah,  kerena lumut selalu memerlukan air untuk proses fertilisasinya. Sperma dari tumbuhan jantan (alat reproduksinya disebut dengan anteridium), akan bergerak secara kemotaksis (mendekati arah rangsang kimiawi) ke arkegonium (alat reproduksi betina) melalui bantuan air. Saat sperma terkena air, akan ada sulur-sulur yang keluar yang disebut dengan eleater. Sulur ini berfungsi untuk membuat sperma tersebut dapat berjalan ke arah trigger (basa inggrisnya rangsangan, mulai saat ini pake istilah trigger aja ya ^^). Kemudian dari hasil fertilisasi inilah, terbentuk kapsul pada sporofitnya (inget ya, sporofit adalah bagian reproduktinya si lumut, hasil pembesaran dari arkegonium, dimana disana dihasilkan spora [analoginya kayak ibu hamilnya gitu lah] yang jika telah matang, siap ditebarkan, dan akan menjadi baby lumut beberapa hari kemudian). Fase dominan dari lumut adalah fase gametofit, atau yang biasa kelihatan sebagai daunnya.

liverwort1

Berdasarkan klasifikasi Kenrick dan Crane (1998), Bryophyta terbagi menjadi 3 divisi, yaitu :

  1. Bryophyta (lumut daun, atau mosses)
  2. Marcanthiophyta (lumut hati, atau liverworts)
  3. Anthocerotophyta (lumut tanduk, atau hornworts)

Untuk membedakan lumut satu dengan yang lain, dapat dilihat dari karakter-karakter tertentu, yaitu bentuk thallus/daunnya, posisi antar daunnya, dan substrat/tempat dimana ia melekat. Substrat lumut dapat berupa kayu yang lembab, batu, tanah, daun, dan batang pohon. Biasanya untuk jenis lumut yang melekat pada substrat yang tingkat kelembapannya rendah, maka biasanya spesies-spesies ini dianugerahi oleh Allah suatu modifikasi khusus yang disebut lobul (khusus untuk leafy liverworts tertentu). Lobul adalah suatu modifikasi morfologi  khusus yang berguna untuk menyimpan air. Biasanya terletak di bagian ventral (bagian tubuh yang menghadap bumi/bagian bawah), dan berbentuk seperti balon air atau ada juga yang seperti mangkok. Apapun jenis lumutnya, biasanya akan menyimpan air, termasuk lumut yang tidak ber-lobul sekalipun.

Apakah kegunaan lumut dalam hidup kita, dan bagi lingkungan kita ? Ya,untuk lingkungan, lumut dapat mendegradasi batu menjadi materi yang lebih rapuh/tanah, sehingga biji tumbuhan kecil lain yang semula radikula akar barunya tidak dapat menembus batu saat berkecambah, karena proses degredasi yang secara tidak langsung dilakukan oleh lumut, menjadi dimudahkan berkecambahnya (atas kehendak Allah jua^^), dan sama-sama hidup disana. Secara tidak langsung keberadaan lumut juga mempengaruhi mikroklimat di suatu tempat. Suatu daerah dimana intensitas cahaya mataharinya memiliki tingkat lux yang tinggi, ada kemungkinan untuk menambah suhu udara lokal (daerah bukaan misalnya). Adanya penguapan yang tinggi dari lumut, akan menjaga tingkat kelembapan lokal lokasi tersebut (hanya sementara sih, tergantung kelimpahan lumut di tempat tersebut). Sementara untuk kehidupan kita, lumut menyediakan air yang sangat segar lagi manis rasanya untuk diminum saat berada di hutan dan tidak membawa air minum (hehehe, belajar dari pengalaman pribadi…=P) dan masih baaa-nyak kegunaan lainnya yang saya belum ketahui. Ilmu Allah itu luas sekali yaaa….(^0^)b

ayat Asy-Syu'araa

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapa banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu berbagai tumbuhan yang baik ?(QS Asy Syu’araa :7)

Semoga manfaat…^^

Add comment October 2, 2009

Perdagangan Yang Paling Menguntungkan

Untuk artikel yang satu ini, saya hanya akan menceritakan suatu kisah yang akan membuat diri saya, dan Anda yang membacanya, menyadari, berbisnis apa, dan dengan siapa yang paling menguntungkan di dunia ini. Semoga menginspirasi, dan bermanfaat. J

Kisah indah ini terjadi pada masa pemerintahan Abu Bakar Ash Shiddiq, sebagaimana dikisahkan dari Ibnu Abbas.

Kala itu, kota Madinah mengalami paceklik. Hujan cukup lama tidak turun. Pepohonan layu, enggan untuk berbuah. Bahan makanan amatlah langka saat itu. Pasar sepi dari aktivitas jual-beli. Sebagian orang mulai kelaparan. Tatkala paceklik sampai pada puncaknya, orang-orang mendatangi Khalifah Abu Bakar. Mereka semerta-merta mengadukan semua penderitaan mereka.

”Wahai Khalifah penerus risalah Rasulullah Saw, langit tidak menurunkan hujan, bumi tidak menumbuhkan bahan makanan, manusia sedang menuju kebianasaan. Jalan keluar apa yang engkau akan berikan?”

Khalifah Abu Bakar menjawab

”Tenanglah, bersabarlah, dan kembalilah kalian ke rumah masing-masing. Utsman bin Affan memiliki kafilah dagangan yang akan datang dari Syam, dan esok insya Allah akan sampai di Madinah.”

Benar apa yang dikatakan oleh Khalifah Abu Bakar. Keesok harinya kafilah dagangan Utsman bin Affan sampai di kota Madinah. Kafilah itu terdiri atas seribu unta yang membawa bahan makanan yang melimpah ruah. Gandum, minyak zaitun, zabib dan lain sebagainya. Semuanya langsung ditata di dalam gudang milik Utsman bin Affan. Penduduk Madinah menyambutnya dengan hati gembira.

Para pedagang dan tengkulak langsung menyerbu Utsman.

”Apa yang kalian inginkan?” tanya Utsman.

”Kamu pasti tahu apa yang kami inginkan. Juallah barang dagangan yang kau bawa dari Syam itu kepada kami. Kamu tentu tahu orang-orang sangat memerlukannya.” jawab seorang pedagan mewakili teman-temannya.

”Dengan senang hati^^. Berapa keuntungan yang akan kau berikan kepadaku?” tanya Utsman.

”Ya dua atau tiga dirham” jawab para pedagang.

“Bisakah kalian menambahnya?”

“Baik, empat dirham, bagaimana?”

”Bisakah ditambah lagi?”

”Lima dirham!”

”Hmm, masih kurang. Bisakah kalian menambahkannya lagi?” desak Utsman bin Affan.

”Di Madinah ini tidak ada pedagang selain kami. Dan kamilah orang pertama yang datang menemuimu, tak ada yang mendahului kami. Siapa yang akan memberikan keuntungan yang lebih besar dari kami?!” kata seoang pedagang dengan nada jengkel.

Utsman menjawab dengan tenang……

”Allah Swt. memberiku keuntungan sepuluh dirham untuk setiap satu dirham. Apakah kalian berani lebih dari sepuluh dirham?”

”Tidak!!!” jawab para pedagang spontan.

”Kalau begitu, saksikanlah, aku bersaksi kepada Allah bahwa aku menyedekahkan semua barang dagangan dan semua makanan yang aku bawa dari Syam kepada seluruh fakir miskin dan penduduk Madinah yang membutuhkan. Ini semua aku sedekahkan karena Allah semata.” ucap Utsman mantap.

Para pedagang itupun menundukkan kepala dengan mata nerkaca-kaca, dan usaha keras untuk menahan air mata mereka agat tidak menetesi lembut tanah bumi. Mereka semua terharu atas kedermawanan sahabat Nabi, Utsman bin Affan ra.

Kemudian Utsman membagi-bagikan makanan dan barang dagangan yang diangkut seribu ekor unta itu kepada penduduk Madinah. Dan semuanya mendapatkan bagian yang mencukupi untuk makan anggota keluarganya.

Madinah pun terlepas dari derita kelaparan. Semua penduduk Madinah kembali segar dan cerah, (bagaikan lumut kering yang baru disiram air dingin). Kala azan berkumandang di masjid Nabawi, penduduk Madinah berbondong-bondong pergi ke masjid Nabawi dengan penuh rasa syukur. Merka bisa shalat dengan khusyuk tanpa mengeluh perut lapar. Dan apa yang dilakukan Utsman ditulis oleh sejarah dengan tinta emas, kisah yang sangat berharga. Utsman lebih mencintai apa yang dijanjikan Allah Swt. daripada keuntungan duniawi yang hanya sementara. Lagi pula, apa-apa yang disedekahkan dengan hanya mengharap ridha Allah semata, akan Allah kembalikan dengan sesuatu dengan jumlah yang lebih banyak dan lebih baik di dunia maupun di akhirat.

Untuk itu, sedekahkanlah (juallah atas nama Allah)  sesuatu, meskipun itu hanyalah senyuman yang kau ukirkan untuk saudaramu.

Add comment October 2, 2009

Nerium oleander, Oo..siapa dia?

Tentang Nerium oleander L.

Neriun oleander L. adalah tumbuan yang tidak memiliki masa dorman atau biasa disebut dengan ’ Evergreen surb’. Bentuk hidupnya adala perdu. Nama lain dari tumbuhan ini adalah Adelfa, Alheli Extranjero, Baladre, Aiwa, dan lain sebagainya. Di negara arab disebut dengan zaqqum. Kota kuno di bagian Afrika utara, menyebutnya dengan nama usang, yaitu Volubilis.

Tanaman ini berasal dari Maroko dan Porugal. Penyebarannya melalui jalur mediterania sampai ke Asia Tenggara. Tumbuhan ini dapat tumbuh hingga mencapai 2-6 meter, dengan batang yang tegak dan bercabang-cabang.

(Anonim 3, 2004)

nerium klasifikasi

Bentuk morfologi

Tumbuhan yang memiliki nama Nerium oleander ini termasuk kedalam famili apocynaceae. Cir-ciri umum dari tumbuhan ini adalah bentuk hidup berupa perdu, daun tunggal yang keras dengan lebar kurang lebih 2 cm dan letakknya dalam lingkaran (pusaran tiga). Tidak memiliki stipula. Bunga keluar dalam perbungaan rasemosa. Bunga berkembang dalam seikat ujung cebang masing-masing memgelilingi satu mahkota pusat. sepal bersatu membentuk tabung, sepal sewaktu kuncup terputar, dan letak petal imbrikatus.  Jumlah stamen sama dengan jumlah petal, dan letaknya berselangan dengan petal. Ovarium superus. Buah berbentu folikel yang memecah (dehisen) saat matang untuk mengeluarkan biji. (Undang, 1992)

struktur nerium

Anatomi

Daun Xeromorphic

Tumbuhan yang tinggal di lingkungan kering adalah tunduk kepada musim kering, dan sering terkena cahaya matahari.  Tumbuhan seperti itu disebut xerophytes. Tumbuhan ini mengalami penguapan air, suatu sumber daya yang sering kekurangan. Banyak tumbuhan mempunyai sejumlah modifikasi yang dapat memperkecil kerugian air dari  transpirasi, (Anonim 2, 1998)

Penguapan air berasal dari permukaan tumbuhan. Beberapa tumbuhan menggugurkan daunnya pada musim kering; kaktus melakukan fotosintesis dengan jaringan batang yang termodifikasi, dan kehilangan daun seluruhnya. Tumbuhan tersebut. menghasilkan daun-daun yang mempunyai corak khusus yang berhubungan dengan daun xeromorphic. Nerium oleander adalah suatu contoh tanaman dengan daun xeromorphic. (Anonim 2, 1998)

Diketahui terdapat lapisan epidermis atas dan epidermis bawah yang merupakan beberapa lapisan tebal. Lapisan lilin terdapat pada epidermis atas. Jaringan dasar dibagi menjadi 2 yaitu  palisade parenkim dan parenkim spons. Ini adalah jaringan utama untuk fotosintesis. Epidermis terdiri dari satu lapisan sel yang membungkus daun. Pembuluh darah mendasari jaringan vaskuler dengan lapisan xilem di atas dan phloem di bawah. Ini merupakan konsisten fakta bahwa di stem xilem berada di dalam floem. (Anonim 2, 1998)

Paradermal-Section: Di dalam bagian ini kita dengan jelas melihat masing-masing lapisan jaringan di permukaan. Pertama, mengidentifikasi epidermal lapisan yang bagian atas. Epidermis atas dapat berdiferensiasi dari epidermis bawah menjadi stomata. Lapisan di dekat epidermis atas adalah parenkim palisade dan yang satunya lagi adalah parenkim spons. Mesofil bunga karang tertutup dan lebar. Struktur yang tidak biasa terlihat di mesofil bunga karang adalah suatu jenis kristal, disebut druses. Bagian terakhir adalah epidermis bawah. Bagian ini bersekat-sekat, membentuk tiga dimensi daun dengan potongan melintang. Di epidermis bawah terdapat suatu lekukan yang disebut stomata. Ada sejumlah epidermal rambut di dalam stomata tersebut. (Anonim 2, 1998)

Kegunaan

Oleander adalah salah satu jenis tanaman yang beracun dan dapat menyebabkan kematian terutama pada anak kecil. Yang toksin adalah oleandrin dan neriine, berhubungan dengan jantung glycosides (Anonim2,1998). Keseluruhan yang mencakup getah putih seperti susu adalah beracun.

Reaksinya adalah sebagai berikut, proses pencernaan dapat menyebabkan gastrointestinal dan berefek pada jantung. Gastrointestinal dapat menyebabkan kemuakan dan muntahan, kelebihan salivation, sakit abdominal, diare yang dapat berisi darah, dan terutama sakit perut di dalam kuda, (Anonim 2, 1998) Reaksi yang berhubungan dengan jantung tidak beraturan, kadang-kadang denyut jantung cepat lalu melambat di bawah normal. Ekstrimitas menjadi dingin dan pucat sehingga peredaran darah tidak teratur(Anonim 2, 1998) Reaksi ini juga mempengaruhi system saraf. Gejala ini meliputi keadaan mengantuk, gemetaran atau goncangan otot, perampasan, roboh, dan bahkan pingsan yang dapat mendorong kearah kematian (Anonim 2, 1998). Getah Bunga oleander dapat menyebabkan iritasi kulit, iritasi pada mata, dan reaksi alergi yang ditandai oleh infeksi kulit (Anonim 2, 1998).

Kandungan kimia

Ursane baru triterpen tipe-1, oleanane triterpen tipe-2, dan dammarane triterpen tipe-15 merupakan isolasi dari daun Nerium oleander yang sebelumnya telah diketahui 12 tipe triterpen. Ke 12 tipe triterpen itu adalah 3beta-hydroxy-12-ursen-28-oic acid (ursolic acid, 3), 3beta,27-dihydroxy-12-ursen-28-oic acid (4), 3beta,13beta-dihydroxyurs-11-en-28-oic acid (5), 3beta-hydroxyurs-12-en-28-aldehyde (6), 28-norurs-12-en-3beta-ol (7), urs-12-en-3beta-ol (8), urs-12-ene-3beta,28-diol (9), 3beta-hydroxy-12-oleanen-28-oic acid (oleanolic acid, 10), 3beta,27-dihydroxy-12-oleanen-28-oic acid (11), 3beta-hydroxy-20(29)-lupen-28-oic acid (betulinic acid, 12), 20(29)-lupene-3beta,28-diol (betulin, 13), and (20S,24R)-epoxydammarane-3beta,25-diol (14). Dari data spektroskopik diketahui triterpen tipe 1, 2, dan 15 merupakan 3beta,20alpha-dihydroxyurs-21-en-28-oic acid, 3beta,12alpha-dihydroxyoleanan-28,13beta-olide, and (20S,24S)-epoxydammarane-3beta,25-diol. Anti inflamasi dari 7 kandungan isolasi dan metal-ester dari asam urolic dan asam oleanoic di dalam vitro telah diuji atas dasar aktivitas bersifat mencegah dan melawan terhadap induksi/pelantikan intercellular adhesi molecule-1. Aktivitas anti kanker yang 14 mengasingkan campuran, mencakup 1, 2, 15, dan metil esters asam ursolic dan asam oleanolic di dalam vitro telah diuji atas dasar pertumbuhan sel aktivitas bersifat mencegah ke arah tiga macam bentuk sel manusia. (Anonim 1, 2008)

Fotosintesis

Akibat membongkar daun-daun yang tetap utuh dan mengasingkan chloroplast selaput Nerium oleander L. ke tingkat pencahayaan yang berlebihan maka akan terjadi kondisi-kondisi tidak baik dengan  mengukur CO2 pengambilan photosynthetic, pengangkutan elektron dan temperature rendah (77K=-196°C) ilmu gerak fluorescence. Photoinhibition, seperti dinyatakan oleh suatu satuan energi dalam cahaya dan tingkat  kuantum hasil fotosintesis dan suatu elktron dikurangi mengangkut tingkat kuantum, telah mengalami perubahan yang ditandai dalam karakteristik fluorescence permukaan atas daun yang diarahkan dengan adanya efek kecil pada permukaan atas daun yang lebih rendah(Anonim 2, 1998)

Di dalam daun-daun yang utuh photoinhibition meningkat jika  cahaya ditingkatkan, waktu ekspose ditingkatkan, dan temperatur dikurangi. CO2 yang ditingkatkan atau O2 yang dikurangi Tekanan tidak menyajikan perlindungan apapun melawan photoinhibition. Dengan terisolasi chloroplasts, larangan PHOTOSYSTEM II terjadi bahkan di bawah kondisi-kondisi anaer.

(Anonim 2, 1998)

Daftar Pustaka

Van Steenis, C.G.G.J. 1975. Flora (untuk sekolah di Indonesia). P.T Pradnya Paramita. Jakarta.

Dasuki, Ahmad Undang Ms. 1992. Sistematik Tumbuhan Tinggi. Penerbit ITB. Bandung

Anonim 1. www.wikipedia.com/ Nerium Oleander.htm. 25 Oktober 2008

Anonim 2. www.multiply.com/ Blog/ Tanaman Obat Indonesia.htm. 25 Oktober 2008

Anonim 3. www.floridata.com. 25 Oktober 2008

11 comments September 27, 2009

Peran Ca (Kalsium) Dalam Proses Kematian Sel Terprogram

Apoptosis adalah proses aktif kematian sel yang ditandai dengan pembelahan DNA kromosom, kondensasi kromatin, serta fragmentasi nukleus dan sel itu sendiri. Mutasi yang menekan gen untuk mekanisme tersebut biasanya dapat memicu terjadinya kanker. Apoptosis atau programmed cell death pada awalnya digambarkan oleh peneliti Kerr et al. (1972). Dalam penelitiannya disimpulkan bahwa apoptosis bisa terjadi secara lokal tanpa mempengaruhi sel tetangga. Keadaan ini berbeda dengan nekrosis yang merupakan kematian dari sel akibat respons patologis dan mengakibatkan peradangan jaringan Oleh sebab itu beberapa peneliti mendefinisikan bahwa apoptosis merupakan suatu kematian sel yang berperan pada morfogenesis untuk mengatur proses pendewasaan organismus dalam tahap embriogenesis, homeostasis serta meniadakan atau menghilangkan sel-sel yang tidak berguna lagi termasuk yang sudah tua, atau yang rusak, tanpa mengobah atruktur anatomi dan fungsi dari organ.

Dalam konteks fisiologis, apoptosis terjadi kalau ada kerusakan pada sel atau juga pada sel yang tidak dibutuhkan lagi dengan kata lain, berperan dalam pertumbuhan serta remodeling. Dalam hal pertumbuhan dan remodeling sel dibutuhkan antiapoptosik berupa neuroptrofik

Proliferasi sel dapat dipengaruhi oleh kmponen-komponen pembangun sel, sebagai contoh, mitokondria. Mitokondria merupakan organel pada sel yang secara umum diketahui berfungsi sebagai penghasil energi sel melalui proses respirasi. Namun ternyata fungsi dari mitokondria tidak hanya sampai di situ, lebih luas lagi mitokondria berfungsi mengatur dinamika sinyal Ca2+ dalam sel yang berguna untuk mengaktivasi faktor transkripsi dan ekspresi gen serta mengatur proses siklus sel.

Tulisan ini disusun bersumber dari dua jurnal ilmiah. Jurnal pertama menjelaskan tentang bagaimana Sintesis triterpenoid 2-cyano-3,12-dioxooleana-1,9-dien-28-oic acid (CDDO) dapat menginduksi kalsium (Ca2+) yang nantinya dapat menstimulus terjadinya kematian sel pada sel tumor atau kanker dan jurnal yang ke dua mengenai bagaimana keterkaitan antara penghambatan Protein Kinase C dengan kerja kalsium untuk menstimulus terjadinya apoptosis pada sel limfosit leukimia yang sudah akut.

Proliferasi sel dapat dipengaruhi oleh kmponen-komponen pembangun sel, sebagai contoh, mitokondria. Mitokondria merupakan organel pada sel yang secara umum diketahui berfungsi sebagai penghasil energi sel melalui proses respirasi. Namun ternyata fungsi dari mitokondria tidak hanya sampai di situ, lebih luas lagi mitokondria berfungsi mengatur dinamika sinyal Ca2+ dalam sel yang berguna untuk mengaktivasi faktor transkripsi dan ekspresi gen serta mengatur proses siklus sel.

Penghambatan fungsi mitokondria dapat mempengaruhi Commitment dan completion dari siklus sel dengan laju metabolisme yang tinggi seperti pertumbuhan sel kanker. Benzothiadiazine diazoxide yang terdepolarisasi pada membran mitokondria dapat mengurangi laju proliferasi dan menahan sel berada pada fase G0 atau G1, mereduksi influks ion Ca2+ pada sel sel tumor dengan mengatur channel ion Icrac (Holmuhamedov, et al., 2002). Oleh karena itu, dengan adanya kemampuan mitokondria dalam mengendalikan proliferasi sel tersebut diharapkan kita dapat mengatasi tumor yang disebabkan proliferasi sel secara besar-besaran karena kita dapat menghambat proses proliferasinya.

Sintesis triterpenoid 2-cyano-3,12-dioxooleana- 1,9-dien-28-oic acid (CDDO) merupakan agen anti kanker yang dapat menginduksi apoptosis pada sel tumor. Pada percobaan ini dilakukan uji unuk membandingkan perbedaan efek dari CDDO pada COLO 16 sel kanker kulit pada manusia terutama pada sel yang mengalami diferensiasi respirasi (po ).

Percobaan ini dilakukan dengan memberikan CDDO ke dalam sel COLO 16 yang merupakan sel kanker pada kulit manusia. Setelah diberikan CDDO ternyata dapat menyebabkan kondensasi mitokondria, pembesaran pada retikulum endoplasma dan kondensasi kromosom.Namun diamati pula pada (po ) yang telah di tandai mitokondrianya ternyata terdapat kelainan pada mitkondrianya. Yaitu terganggunya homoestasis dari Ca2+ yang dapat mengakibatkan kematian sel. Ca2+ yang ditandai, mengkonfirmasi bahwa pemberian CDDO meningkatkan kadar Ca2+ bebas di dalam sitoplasma sel COLO 16 pada bagian (po ). Sehingga dapat menginduksi terjadinya kematian sel pada sel kanker ini karena sel kanker tidak dapat mengikat Ca2+ dengan baik (tidak permeable terhadap kalsium). namun apa bila penambahan CDDO dilakukan terhadap sel yang mampu mengikat Ca2+ dengan baik penambahan CDDO hanya akan menghambat aktivasi dari aktivasi kaspase yang akan mencegah terjadinya apoptosis pada sel. Hal ini yang membuktikan bahwa Ca2+ memegang peranan penting dalam kematian sel (apoptosis).

Sudah diketahui bahwa Ca2+ memegang peranan penting dalam kematian sel sehingga dapat diaplikasikan dalam pengobatan sel kanker. Dalam jurnal ke 2 dijelaskan bagaimana Protein kinase dapat menghambat produksi kalsium dalam menginduksi terjadinya apoptosis. Ternyata setelah diberikan kalsium mobilizer saja pada sel limphoblast leukimia akut di dalam percobaan tidak dapat menyebabkan apoptosis. Karena setelah diteliti ditemukan adanya penghambat yaitu protein kinase C (PKC). Oleh karena itulah pada percobaan ini diberikan penghambat PKC (PKC inhibitor) serta beberapa kombinasi dengan beberapa kalsium mobilizer(yang berfungsi sebagai pembawa kalsium dalam sel) dan hasilnya kombinasi antara PKC inhibitor dengan kalsium mobilizer dapat menyebabkan apoptosis pada sel kanker. Dan dari percobaan ini kalsium mobilizer yang paling baik adalah B43 αCD19.

Berikut hasil dari percobaanya :

untitled2

Proses ini berfungsi untuk menghalangi komunikasi antara mitokondria dan jalur sinyal ion Ca2+  sehingga proses  pertumbuhan sel dapat diatur. Tentu saja dalam hal ini inhibitor merupakan komponen kunci yang dapat mendepolarisasi mitokondria, dalam percobaan ini digunakan benzothiadiazine diazoxide.Benzothiadiazine diazoxide dapat menyebabkan mekanisme dasar agar sel melakukan antiproliferative dalam fase G0 atau G1

Gangguan regulasi apoptosis bisa juga menyebabkan peningkatan sinsivitas terhadap pertumbuhan sel tumor. Oleh sebab itu terapi untuk memodulasi apoptosis memberikan harapan dalam penanggulangan transformasi sel tumor termasuk proliferasi limfosit atau imunodenfisiensi. Pada transformasi tumor pemicu apoptosis pada sel ganas dapatdigunakan sebagai mekanisme kontrol terhadap pertumbuhan tumor Stimulasi apoptosis dalam hal tumor sangat penting diketahui sebagai dasar strategi untuk terapi (Mitchell and Cotran,1997).

“Maha suci Allah yang menciptakan segala sesuatunya dengan mendetail dan terperinci”

Add comment September 26, 2009

Previous Posts


 

February 2010
M T W T F S S
« Jan    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

As Saff 2-3

Wahai orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan? (itu) amatlah dibenci di sisi Allah, jika kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan.

Pages

Archives

Ap'ers

Blogroll

D'fikr

FSLDK Gamais

putri2cantiq bio

Recent Posts

Categories

Recent Comments

saannisa on Price the Time
oktaplantlover on Seharusnya Akhwat itu yang Sep…
imanti on Seharusnya Akhwat itu yang Sep…
oktaplantlover on Anemone coronaria ‘De Cae…
paibiopai on Anemone coronaria ‘De Cae…

Category Cloud

glory story Negeriku Plant-Plant-Plant^^ Sains syariat Islam Uncategorized

Meta

Blog Stats

Top Posts

yup!!

Cerita cinta culture history ibu Islam kebesaran Allah kontemplasi molekuler Pemikiran plant plants politics science teknologi tragedi